BKKBN Ingin Masyarakat Papua Tumbuh Seimbang

09 Agustus 2016


Kampung Keluarga Berencana (KB) dicanangkan pertama kali oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada 14 Januari 2016. Pembentukan Kampung KB ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden agar manfaat Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di wilayah miskin, padat penduduk, tertinggal, terpencil, dan wilayah nelayan. “Kehadiran BKKBN di Tanah Papua ingin agar masyarakat Papua bertumbuh dalam kondisi seimbang, sesuai visi dan misi BKKBN yaitu penduduk tumbuh seimbang. Bukan penduduk tanpa pertumbuhan, tetapi ini penduduk tumbuh seimbang antara jumlah dan kualitas. Silahkan setiap keluarga  merencanakan jumlah anggota keluarga sesuai dengan kemampuan sendiri, bukan kemampuan bantuan pemerintah atau bantuan LSM,” ujar Kepala BKKBN Perwakilan Papua Barat, Benyamin Lado, di Aula Praja Anggi, belum lama ini.
Ia menjelaskan, khusus untuk wilayah Indonesia timur, tidak ada slogan 2 anak cukup, tetapi slogannya adalah keluarga berkualitas. “Kampung KB ini nama yang dipilih oleh Presiden Jokowi. Waktu itu Pak Jokowi setelah melihat perkembangan penduduk, kondisi kesehatan di Indonesia lalu memanggil Kepala BKKBN memerintahkan untuk membentuk Kampung KB diseluruh wilayah Indonesia, setiap distrik harus ada 1 kampung. Tahun 2018, 50% dari setiap wilayah tertinggal harus ada kampung keluarga berencana,” katanya.  Keikutsertaan masyarakat sangat didorong agar kegiatan-kegiatan prioritas pembangunan dapat terimplementasikan dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Kampung KB dibuat bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam upaya peningkatkan kualitas hidupnya sehingga memiliki ketahanan dan kesejahteraan yang lebih baik.  Dengan memiliki keluarga yang berkualitas, baik dari segi jumlah ataupun dari segi pola kehidupan, diharapkan dapat menciptakan manusia Indonesia yang berkualitas di masa yang akan datang. Keluarga adalah unit terkecil dari sebuah Negara dan merupakan awal tempat belajar bagi anak sebagai Generasi calon penerus bangsa.



Kembali